KPU Kab. Tangerang Tetapkan Empat Pasang Calon

Sumber: TangerangNews.com

20 Oktober 2012

TANGERANG-KPU Kabupaten Tangerang memutuskan yang berhak maju dalam pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang empat pasang calon. Sedangkan satu pasang calon, yakni dari jalur independen (perseorangan) gugur dengan alasan kurang memenuhi persyaratan dukungan.

Itu semua dikatakan oleh Badrusalam, Pengarah Pencalonan KPU Kabupaten Tangerang saat dihubungi TangerangNews.com Jumat (19/10) sekitar pukul 24.00 WIB.

“Untuk itu, besok keempat pasang calon tersebut akan kami undang untuk mengikuti pengambilan nomor urut di Country Club, Imperial Lippo, Karawaci pukul 14.00 sampai dengan selesai,” ujar Badrusalam.

Ditanya mengapa begitu tertutup memutuskan pasangan calon, apalagi mudur dari pukul 13.00 WIB menjadi pukul 20.00 hingga baru selesai pukul 23.00 WIB, Badrusalam mengatakan, karena ada perdebatan.
“Ya mohon maaf, memang jadwal awal pukul 13.00 WIB, tetapi secara internal kami sudah ralat jadwal dari pukul 13.00 menjadi pukul 20.00. Dan, baru jam 23.00 selesai, itu karena memang ada pembahasan panjang soal pandangan anggota komisioner (KPU) terhadap dukungan kepada Aden Abdul Khaliq-Suryana,” ujarnya.

Kenapa diralat jadwal dari pukul 13.00 menjadi pukul 20.00, alasannya karena beberapa anggota KPU saat itu masih melakukan sosialisasi dan ada juga yang menjadi pembicara dibeberapa acara.

“Sedangkan sejak 20.00 WIB. Memang ada beberapa pemaparan terkait dukungan soal PPNUI. Kami ada bahasan panjang dan masing-masing mengungkapkan pandangannnya, dan berkeyakinan itu sudah sesuai. Semua anggota KPU berpandangan sama,” katanya.

Ditanya soal calon independen, Barusalam mengatakan, pihaknya pada Kamis (19/10) juga telah menetapkan, pasangan Syaiful Hidayat-Een Nurhaeni tidak memenuhi persyaratan. “Syarat paling sedikit dukungan seharusnya 8.8564 kartu tanda penduduk (KTP). Tapi dia hanya mampu 6.066 dukungan KTP,” terangnya.

Usai rapat penetapan calon, KPU langsung membuat membuat pemberitahuan kepada masing-masing calon yang melakukan pendaftaran . “Pemberitahuan selain kepada keempat yang lolos, juga kepada yang gugur pun sama. Hanya bedanya pembertahuannya berisi memberitahukan kalau tidak memenuhi persyaratan,” terangnya.

Tebar Kekuatan atau Tebar Pesona?

Catatan Kritis Untuk Ribuan Spanduk

di Pilkada Kabupaten Tangerang

RUMUS paten untuk mendongkrak nama beken di Pilkada Kab. Tangerang kurang lebih seperti ini: tebar spanduk untuk 278 kelurahan/desa, di 29 kecamatan. Berapa jumlahnya? Minimal 1.000 lembar, itu artinya per keluarahan/desa terpasang tiga sampai empat. Tentukan titik pemasangan, idealnya di jalur utama, perempatan, pasar, dekat masjid/sekolah, dan daerah yang menjadi jalur lalu lintas atau pergerakan orang. Jangan pancang di kuburan, apalagi di dalam gua. Baca lebih lanjut

“Perang Semesta” di Pilkada (Tangerang)

Si  vis pacem, para bellum, jika ingin damai harus siap perang

(Pepatah Latin)

“Perang bukan lelucon”, kata Zlata Ifipovich, bocah kecil korban kebengisan balatentara Kroasia yang membantai muslim Bosnia. Tentu saja. Hanya orang dengan isi kepala jebol saja yang menyatakan perang adalah sebentuk dagelan. Atau harus terlebih dahulu menjadi sesinting Kaisar Nero, yang membakar Kota Roma (yang megah) sembari tertawa-tawa… Perang adalah perang. Baca lebih lanjut

Demokrat dan Pertarungan Pilkada Kab. Tangerang

Petikan berita dari Satelitenews.co.id, edisi 10 April lalu, layak menjadi bahan diskusi. Melalui judul Demokrat Siapkan Kader Terbaik di 4 Pilkada Banten, terpampang keterangan dari para elit Demokrat, yaitu Anas Urbaningrum (Ketua Umum Partai Demokrat), dan Wahidin Halim (Ketua Partai Demokrat, DPD Banten). Baca lebih lanjut

Surat Untuk Kandidat (Catatan Awal Pilkada Tangerang)

Bismillahirrahmanirrahiem…

Assalamu’alaikum, WR.WB.

Salam sejahtera, untuk Anda semua —para kandidat Bupati Kabupaten Tangerang, periode 2013-2018. Ungkapan “salam sejahtera” barusan, pasti tak berlebihan. Agak sukar dibayangkan, bahwa orang “tak sejahtera” berani menjadi kontestan Pilkada. Kecuali sejumlah orang yang nekat, mencalonkan diri jadi Bupati, padahal kemampuan ekonominya mati suri… Dan tipe yang terakhir ini, biasanya langsung mati, sebelum ajang Pilkada dimulai… Baca lebih lanjut

Yang Muda, Yang “Berkuasa” di Tangerang…

Catatan Kritis Untuk Pilkada di Kabupaten Tangerang, Banten

Oleh: Endi Biaro, Political Activist

Koordinator TIM, Tangbar Intelek Media

JAGAT politik sungguh tak asing dengan gerontokrasi. Istilah itu merujuk pada lanskap politik yang takluk di bawah ketiak orang-orang tua. Para orang-orang tua itu, benar-benar memenuhi definisi tua dalam berbagai segi. Usia yang sudah uzur. Fisik renta (dan mendekati pikun). Lamban bergerak. Serta —sebagaimana karakter manusia-manusia “bau tanah”— dirongrong pelbagai penyakit. Baca lebih lanjut