Bola “Karut” Ala Balaraja Baheula…

Bola

Tendangan cantik Andik Vermansyah ke gawang Singapura tak akan mudah dilupakan. Bukan hanya gol itu indah, tapi juga penting. Meruntuhkan kutukan sejarah pertemuan Indonesia vs Singapura, yang selalu dimenangkan Negeri Singa. Tapi yang lebih seru adalah: membangkitkan kembali kepercayaan publik terhadap sepakbola nasional. Baca lebih lanjut

Iklan

Jaringan Baru: Membentuk POKJA Kajian Akademik

Program:

 Strategi dan Advokasi

Menuju Kabupaten Tangerang Barat

(Wajib dibentuk POKJA Kajian Akademik Pro Tangbar)


Saat ini, perjuangan membentuk Kabupaten Tangerang Barat telah mencapai titik penting dan menentukan, yaitu Kajian Akademik, yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang.

Sebelumnya, sejak 2006, telah dilakukan langkah-langkah utama dan menjadi dasar atau pilar perjuangan, yaitu penggalangan dukungan dari semua pihak, serta membuat dokumen faktual tentang Tangerang  Barat, yang dilakukan oleh BAKOR (Badan Koordinasi) Tangerang Barat. Proses awal ini disebut sebagai perjuangan memunculkan aspirasi publik untuk pembentukan Kabupaten Tangerang Barat.

Setelah BAKOR selesai bekerja, yaitu pada medio 2011, maka lahirlah TP2D (Tim Percepatan Pemekaran Daerah Kabupaten Tangerang Barat). Tugas TP2D adalah melakukan langkah-langkah konsolidasi  (menggalang dukungan politis dan sosial), melakukan riset dan penelitian, menggerakkan kampanye publik, dan mengawal seluruh tahapan untuk membentuk Kabupaten Tangerang Barat.

Saat ini, TP2D telah banyak melakukan keberhasilan dan prestasi. Salah satu yang fenomenal adalah melambungkan isu Tangerang Barat, hingga menjadi memori bersama di segala lapisan masyarakat. Kemudian, berhasil mendapatkan kebijakan politik yang berpihak, yaitu bantuan dana untuk kajian akademik terhadap Tangerang Barat.

Kini, yang terbaru, TP2D mampu mengembangkan jaringan (networking) dan kaitan kerja (linkage) dengan berbagai komponen dan elemen di Tangerang Barat. Misalnya dengan membentuk HIMATANGBAR (Himpunan Mahasiswa Tangerang Barat), dan juga TIM (Tangerang Intelek Media). Dua komponen ini makin menegaskan bahwa gerakan politik di Tangerang Barat kental dengan nuansa rasional dan intelektual. TIM, misalnya, menampung para intelektual muda dan pemikir kritis di Tangerang Barat. Mereka juga menjadi bagian dari kerja-kerja kampanye public dan sosialisasi. Produktivitas TIM terlihat nyata. Misalnya dengan membuat blog, dengan alamat www.tangbar.wordpress.com, pembuatan buku Menuju Tangerang Barat Termajukan! hingga kerjasama dengan Radio Komunitas 95,6 Swadewa FM.

Strategi

Jelas, strategi advokasi Tangerang Barat harus  bertumpu pada kekuatan argumentasi. Karena saat ini, kebijakan untuk membentuk daerah baru tidak lagi ditentukan pada tekanan massa —-semacam demonstrasi dan aksi kekerasan. Melainkan pada kajian akademik dan telaah ilmiah. Olehnya, strategi menggalang dukungan juga harus dilakukan dengan menekankan pada aspek nalar dan akal sehat. Di sini menjadi penting, bahwa corak kampanye publik dan sosialisasi gagasan harus diberi bobot intelektual dan rasional.

Lebih-lebih untuk saat ini, bahwa tahapan menuju Kabupaten Tangerang Barat adalah memasuki “zona rawan”, yaitu kajian akademik. Maka seluruh energi dan focus kerja para pejuang Tangerang Barat berada di situ, menghasilkan kajian akademik yang berstatus layak, untuk Kabupaten Tangerang Barat.

Rekomendasi

Jelas, langkah-langkah strategis dan perlu, dalam mengawal tahapan genting saat ini adalah:

  1. Menggali semua fakta-fakta akademik, yang berkaitan dengan Tangerang Barat, mulai dari aspek histories, budaya, ekonomi, sosial, dan populas (demografis).
  2. Memproduksi bahan-bahan dan referensi akademik, terkait Tangerang Barat, mulai dari buku, artikel ilmiah, jurnal, dan lain sebagainya.
  3. Membangun kemitraan dengan lembaga-lembaga akademik, seperti kampus dan lembaga penelitian.
  4. Kampanye publik yang bersifat ilmiah, seperti seminar, workshop, FGD (Focus Group Discussion), dan lain-lain.
  5. Sosialisasi dan diseminasi (penyebarluasan informasi) tentang proses Kajian Akademik, agar lahir pressur yang kuat.
  6. Membangun kerjasama dengan Pemda (Pemerintah Daerah), guna mengerjakan Kajian Akademik secara fair, obyektif, tepat waktu, dan proporsional.
  7. Membentuk POKJA Kajian Akademik, yang bertanggungjawab dalam mekanisme control dan evaluasi, untuk seluruh tahapan yang berada dalam periode kajian akademik. Pokja adalah terdiri dari birokrat, politisi, intelektual/akademisi, aktivis, mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat umum.