“Jalan Neraka” di Balaraja

Bukan hanya macet, tapi juga tumpukan sampah yang menggunung, bau, menguarkan penyakit, serta becek kala hujan. Inilah yang bisa dinikmati pengguna jalan di Balaraja. Kendaraan mengular panjang, terutama di jam-jam pergi dan pulang kerja (pagi dan sore), hadir di ruas Jalan Balaraja Kresek. Ada jalur alternatif yang lancar, tapi menadah resiko tumpukan sampah (di Jalan Baru, Santiong – PT. PEMI).

Lalu di mana jalan umum di Balaraja yang bebas siksaan? Jawabannya ada di masa lalu…

Memori tahun 80-an (hingga 90-an awal) adalah potret jalan raya Balaraja yang pas (tidak hebat, tapi juga tidak ruwet). Jalur utama adalah dari Balaraja ke Kresek (dan dari Balaraja ke Kronjo). Urat nadi rakyat berdenyut di sini, untuk aktivitas ekonomi, sekolah, kerja, dan lain-lain.

Kontur (susunan fisik) bersifat turun naik (ada tanjakan/turunan), artinya ada dataran yang agak tinggi, dan ada yang rendah. Di kiri kanan jalan pesawahan, ladang (tanah lapang), rawa, dan beberapa jalur sungai. Belum ada kepadatan pemukiman (Perumahan Villa Balaraja, Taman Balaraja, dan Permata Balaraja hadir 1996). Singkat kata, rengang lama dan bentang lahan Balaraja saat itu relatif nyaman. Masih ada pepohonan besar di kiri kanan jalan. Terik matahari pun masih terhalang rindang dedaunan. Tak ada cerita stress di jalan.

 

Iklan
By Tangereng Barat Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s