Tradisi “Pacaran Berombongan” di Balaraja

pacaran Sejak dulu, malam minggu sudah ada tradisi wajib apel ke rumah pacar. Bedanya, anak-anak sekarang berkeliaran (entah ke mana?). Bagi yang punya duit, mungkin nongkrong di Mall, midnight di 21, atau sekedar karaokean dan hang out di café. Tapi dulu, di era 80-an, mau ke mana?

Punya atau nggak punya duit, sama saja. Mau ke Blok M, terlalu jauh (waktu itu, andalan adalah memang di sana, sampai-sampai ada film berjudul Blok M, Bakal Lokasi Mejeng, dibintangi Paramitha Rusady, dan ada lagu dari Harry Moekti, Di Lintas Melawai…). Harap catat, waktu itu belum ada Lippo Karawaci, Metropolis, Taman Anggrek, ataupun Citra. Jadinya, ya, main di kampung saja!

Hari ini, anak-anak a-b-g punya segudang acara malam mingguan. Termasuk di Balaraja. Maklumlah, segalanya serba mudah. Janjian via sms, BBM, atau pesan di FB. Lokasi ketemuan bisa di mana saja, ada banyak tempat yang asyik. Lagipula, sudah ada segala jenis pilihan untuk nongkrong, makan, sekedar jajan dan ngopi, atau karaokean. Pokoknya segala ada, tergantung kekuatan isi dompet. Satu hal lagi: hari ini mau ke mana saja serba mudah. Rata-rata mereka punya kendaraan, entah mobil atau pun motor. Mau jalan kaki juga silahkan.

Bandingkan dengan dulu. Remaja 80-an bukan main susah untuk sekedar bisa berkomunikasi. Janjian hanya bisa dilakukan di sekolah, pas Sabtu pagi. Kadang nitip pesan via teman. Tak ada handphone, telepon, apalagi SMS dan BBM. Singkat kata, semuanya berlangsung secara manual. Begitupun kendaraan untuk pergi ke rumah pacar dan sekedar jalan ke luar, sulitnya minta ampun. Kendaraan umum terbatas. Motor belum banyak. Apa boleh buat, seringkali harus jalan kaki. Gunung kan ku daki, lautan ku seberangi —-kira-kira seperti itulah perjuangan bertemu pacar di zaman dahulu.

Tapi bukan berarti mati kutu. Malam minggu harus selalu seru. Nah, inilah keunikan pacaran ala Balaraja (era 80-90an).

Pertama, yang menjadi andalan bermalam mingguan adalah ketika ada hiburan, mulai dari Film Layar Tancap, Dangdutan, atau Wayang Golek dan Topeng! Semua ini jadi favorit untuk bisa ke luar dan mengajak (atau bertemu calon) pacar. Jangan aneh, saat itu, yang namanya tontonan seperti ini selalu padat dan banyak orang. Sesungguhnya, bukan untuk nonton, tapi mencari pasangan. Maka adu pintar mencari pasangan, bisa diuji di lokasi tontonan ini.

Kedua, jalan berombongan dengan kawan-kawan (kalau sendiri, kan sepi), menuju ke mana saja, kadang malah spekulasi. Ini yang paling sering terjadi. Anak-anak muda waktu itu jarang yang punya motor (mobil tak ada yang punya). Maka, terlihat kekompakan yang kuat. Serombongan anak-anak muda jalan kaki mencari gadis di kampung tetangga. Aneh bukan? Bukan hanya aneh, tapi membuat repot tuan rumah yang punya anak gadis, karena yang datang apel bukan satu orang, melainkan rombongan… Di sinilah uniknya, anak-anak muda adu lincah menarik perhatian cewek. Nah…

//

//

Iklan
By Tangereng Barat Posted in Pernik Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s