Mengungkap Tabu (atau Pamali) di Balaraja…

Artikel ini ditulis oleh Supi El Bala:

Ulah ngakan buah urut lalay bisi borok susu….!

Jangan makan buah bekas kalong nanti payudaramu busuk!

 

Begitu anak gadis di kampung Kami selalu diingatkan oleh para orang tua, dari kecil hingga sekarang.

Pantang lain diantaranya, “Jangan makan pisang ambon…” bisi aamboneun, GR sendiri (baca: ngerasa cantik sendiri).

Sedang bagi bujang, Jangan makan tunggir (ekor) ayam, takut diperbudak perempuan. Jangan makan daging burung puyuh, ntar ditinggalkan istri dan kerjanya ngurus anak.

 

Pantangan lain bagi anak-anak. Jangan makan Jantung pisang, nanti kena penyakit jantung koroner. Jangan makan ceker ayam, nanti tulisannya jelek. Jangan minum kopi nanti jundeul alias bodoh.

 

Selain makanan pantangan, karuhun Balaraja juga medogmatis perilaku tataetika. Diantaranya, jangan berdiri di tengah pintu, jauh jodoh. Duduk di atas meja, banyak hutang. Duduk di atas bantal, pantat bisa bisulan.

 

Pantangan pun berlaku bagi suami yang beristri hamil. Diantaranya, jika hendak mandi jangan melilitkan handuk, nanti sang bayi lehernya terjerat tali ari-ari. Jika ada tamu jangan melihat di balik tirai, nanti saat bersalin kepalanya saja keluar sedang badan orok susah keluar.

 

***

Orang yang lahir di Balaraja era ≤ 1980 banyak mengenal pamali alias per-tabu-an. Tabu salah satu ciri khas manusia zaman baheula. Tabu menjadi materi ajar nonformal dari generasi ke generasi. Materi pelajaran ini, membenam, membekas dan berkembang biak di benak otak gaya hidup masyarakat Balaraja, hingga kini.

 

Saya yakin di bagian lain bumi Nusantara juga mengenal istilah tabu. Tentu saja, beraneka ragamnya. Tetapi tentunya memiliki tujuan dan maksud berbeda-beda. Lain ladang lain belalang, lain orang lain pula isi kepalanya.

 

Yang membuat saya heran (mungkin kata orang sekarang, sugesti) pengalaman pribadi saya saat proses persalinan anak pertama. Anak saya lahir macet pas jidat karena ibunya kehabisan nafas beberapa kali sehingga harus dibantu oksigen oleh bidan kampung. Dampaknya, saat masih bayi di kepala anak saya, tampak garis merah melingkar membelah rambut dan jidatnya.

 

Saya tahu betul…! Sebab punya kebiasaan apabila istri melahirkan. Saya selalu mengikuti dan melihat prosesi lahiran anak kami keluar dari rahim ibunya.  Dan saat hamil istri, saya selalu memperhatikan kejadian apa pun dari balik tirai. Maklum, ini kebiasaan sewaktu masih bujang.

 

Dari itu saya mulai setengah percaya kata-kata orang tua. Efek hubungan psikologi anak-orangtua ternyata sangat tinggi. Dalam hati saya, “Gak mau lagi-lagi dweh. Ngeri broooo…!”

 

Pamali Warning !

 

Saya pikir kita jangan memasabodohkan semua pamali tersebut. Sebab tidak mungkin orang tua dulu mengajari itu bertujuan untuk memperbodoh turunannya. Saya yakin itu…!

 

Walaupun, ada pamali guzhul fikri para Kumpeni. Jangan makan Ikan, cacingan luuh!

 

Contoh saja pelajaran siloka (tidak langsung ke maksud dan tujuannya) berdiri di tengah pintu, duduk di bantal, duduk di meja berarti pelajaran etika yang tidak elok dipandang mata.

 

Nah, kalau pantang makanan? Seperti anak yang candu minum kopi membuat jundeul. Ini benar, setelah saya baca artikel menurut penelitian dari Carnegie Mellon University, USA. Ternyata minum kopi berlebihan menyebabkan, Jundeul… !

 

Kalau anak Gadis tidak boleh makan pisang Ambon. Arti implisitnya juga jangan makan pisang cowok Jawa, Sunda, Padang, Batak, Bule, Negro dan lain-lain. Takut perutnya bengkak 9 bulan. Hahay…

 

Tinggal, kita tunggu hasil penelitian dari efek makan tunggir ayam, jantung pisang, daging puyuh. Etc.

 

Mungkinkah di antara penyebab kanker payudara (borok susu) juga akibat makan buah bekas lalay? Tafsiran saya dalam hati, Lalay badot, meureun…! (Kalong laki-laki, kalie hehe…). Bisa saja tokh…? **

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s