Sejarah Balaraja: Tempat Singgah Para Raja

Sumber: hendrisipenyair.blogspot.com

Balaraja adalah wilayah yang terkenal dengan kota seribu pabriknya. Namun tahukan kalian tentang sejarah balaraja sesungguhnya. Atau anda sendiri sudah paham menurut pandangan anda sendiri. Di sini akan saya kupas tentang sejarah balaraja secara mendetail dan menyeluruh.

Kata Balaraja di ambil dari dua kata. BALAI dan RAJA. Menurut sejarah yang penulis teliti dari berbagai sumber. Kata tersebut bukan sembarang kata. Kata tersebut mengandung makna yang berarti buat khasanah sejarah di kabupaten tangerang. Balaraja yang notabene selalu berkenaan dengan pabriknya dan kota tekstilnya sebenarnya ada rahasia sejarah yang penting dan mistik. Tahukan anda, bahwa kata balaraja sebenarnya adalah persingagahan para raja. Konon pada abad ke 16 pernah berkumpulnya para raja senusantara.

Raja-raja yang pada saat itu berkumpul adalah Raja Homengkubuono ke , Raja Sultan Hamid (jawa timur), Raja Sultan Ageng Tirtayasa (banten), Raja Anoman (jawa tengah), Raja Panembahan Senopati (purwakarta), Raja Prabusiliwangi (jawa barat), Raja Ternate-Tidore (halmahera), Raja Hasanudin (makasar) dan raja lainya. Catatan redaksi: informasi ini pasti halusinasi. Sebab tak mungkin, para raja yang disebutkan itu, hidup sezaman. Anggap saja informasi ini sebagai ilustrasi.

Ilustrasi Prabu Siliwangi, sebagai Raja paling masyhur dalam sejarah Sunda, termasuk di Balaraja

Perkumpulan di BALAI yang berlokasi di sentiong yang kini di sebut balaraja adalah tempat untuk berdiskusi para raja. Hingga akhirnya tempat yang sekarang di sebut balaraja sebenarnya untuk mengenang kembali tentang perkumpulan para raja tersebut. Dan dalam perkembanganya, wilayah yang sekarang kini adalah wilayah balaraja mengandung hal-hal yang mistik. Pada zaman dahulu kala, di balaraja di kuasai oleh para pedagang arab, cina dan bangsa eropa. Hingga akhirnya terjadi persaingan antar pedagang yang notabene di kuasai penuh oleh bangsa cina.
Sejalan dengan itu, kekuasaan yang didominasi oleh bangsa cina ini menjadi para pedagang arab merasa khawatir. Hingga akhirnya timbulah persaingan yang tidak sehat. Puncaknya terjadi pembatanain oleh bangsa arab terhadap orang-orang tionghoa di zaman itu. Mendengar akan ketidakharmonisan di tempat berkumpulnya para raja. Menjadikan para raja menyelesaikan masalah yang tidak mennemukan titik temu. Antara pedagang arab dan cinapun saling bekerjasa sama dalam hal perdagangan kembali.
Di satu sisi, persaingan antar pedagang arab-cina yang menjadikan sumber awal mula terdinya sejarah balaraja yang memang sulit dicerna oleh otak. Sejarah memang timbul dari berbagai persepsi. Di sini sejarah balaraja sebagai tempat persinggahan para raja menjadi kisah yang perlu untuk diceritakan. Persepsi lain tentang sejarah balaraja pernah diungkapkan oleh sejarawan Cisoka bernama Hendri. Ia mengatakan bahwa balaraja berasal dari dua istilah kata. BALA dan RAJA. Bala disini mengandung arti yang bermakna pasukan. Sedangkan Raja adalah pemimpin. Jadi dalam hal ini balaraja adalah pasukan yang memimpin untuk perang. Sehingga jelas bahwa tidak ada kaitannya dengan persaingan antar pedagang arab-cina.
Disamping itu, sejarah balaraja juga timbul dari pengaruh kerajaan hindu-budha. Konon pada saat itu balaraja merupakan bagian dari koloni kerajaan majapahit. Bahkan balaraja bagian dari kasindenan kerajaan mataram. Sebagai mana di kisahkan oleh mpu tantular dalam buku sutasoma. Balaraja terkenal dengan wilayah yang dispesialkan dalam wilayah kekuasaannya. Raja aswawarman sebagi raja dari kerajaan hindu (majapahit) kerap menyebut balaraja sebagai kasindenan yang berpengaruh. Jadi dalam hal ini balaraja selalu berkaitan dengan kerajaan-kerajaan kuno yang mistik.
Di kisahkan pula bahwa asal muasal balaraja juga dari pertempuran bratayuda antara amarta dan kurawa. Bagaimana pada saat itu, kurawa yang terdiri dari pasukan raksaksa bertempur dengan arjuna dari pasukan manusia. Arjuna sendiri adalah penguasa dari kerajaan amarta. Di saat itulah ada pasukan kurawa yang bernama brajawjiya lari ke selatan tangerang (balaraja). Hal itu dikarenakan pasukan kurawa mengalami kekalahan. Larinya brawijaya ke selatan tangerang menjadikan rasa kehwatiran bagi amarta. Sehingga menyuruh pasukannya untuk mencari keberadaan brawijaya. Akhirnya brawijaya meninggal dalam pertempuran yang di menangkan oleh amarta. Brawijaya meninggal di selatan tangerang yang kini di sebut balaraja yang tak lain dan tak bukan adalah brawijaya yang kita kenal sekarang balaraja.

Iklan

One comment on “Sejarah Balaraja: Tempat Singgah Para Raja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s