Interpretasi “Tentang Mimpi” Para Aktivis Tangerang Barat

Sudah agak lama, lahir beragam cibiran terhadap ikhtiar  para aktivis Tangerang Barat, demi mewujudkan Daerah Otonom Baru Tangerang Barat. Paling dominan, adalah seloroh ringan bahwa semua itu adalah mimpi… Tak ada masalah dengan itu semua. Jauh lebih produktif adalah menjelaskan secara jernih, bahwa sesungguhnya mimpi itu bukan sesuatu yang nista. Melainkan sangat bermakna.

Dan ada sejumla petunjuk dari era terdahulu. Kita mengenal persis, tentang mimpi yang menjadi inspirasi para nabi. Mulai dari Nabi Yakub, yang bermimpi buruk (dan terbukti para anaknya bersekongkol mencemplungkan Nabi Yusuf ke liang sumur), atau Nabi Yusuf sendiri yang bermimpi  melihat tujuh ekor kambing kurus melahap tujuh ekor kambing gemuk (lalu dijadikannya patokan untuk bersiap menghadapi malapetaka paceklik). Dalam sejarah Yunani pun senantiasa disebutkan bahwa Alexander Agung, selalu mendasarkan langkah-langkah dan strateginya kepada mimpi yang ia alami. Ringkas kata, mimpi menjadi salah satu perhatian umat manusia, sehingga berlahiranlah para juru tafsir mimpi.

Lalu, apa sesungguhnya mimpi itu?

Mimpi adalah lonjakan impuls (denyut) emosional yang berlangsung ketika otak intelektual manusia dalam keadaan “setengah berfungsi”. Dengan kata lain, saat kita bermimpi, otak tak benar-benar tidur, hanya fungsi analisis, fungsi intelektualnya tengah istirahat. Sedangkan untuk memori dan imajinasi, tetap jalan.

Untuk jelasnya, mimpi adalah suatu proses imajinatif yang menyalurkan lonjakan kecemasan yang berlebih, rasa takut yang teramat sangat, dan atau pengharapan yang tinggi. Itu artinya, selalu ada tautan (paralelisitas) antara “dunia mimpi” dengan “dunia nyata”. Hanya saja, dalam dunia mimpi, realitas faktual hanya hadir sebatas bayangan imajinatif, bukan keadaan yang sesungguhnya.

Jadi sebaiknya, ketika muncul debat tentang mimpi, maka harus jelas landasan pijaknya.

Sebab tak sedikit orang ketika menyebut mimpi terhadap konteks tertentu, maka arah tujuannya adalah cibiran bahwa sesuatu itu adalah khayal dan imajinasi kosong, dan sama sekali tak ada kaitannya dengan dunia nyata. Postulat seperti ini sepenuhnya keliru —kecuali sebagai sebuah ejekan nyinyir.

Simak fakta berikut: bahwa senegatif dan seseram apapun mimpi, selalu ada sumber penyulut yang sesungguhnya datang dari pengalaman ril seseorang. Bisa juga dibalik. Sepositif dan seindah apapun sebuah mimpi, juga selalu datang dari harapan-harapan bagus yang hadir di kala seseorang itu sadar. Semua ini, sekali lagi, menjadi peneguhan asumsi bahwa mimpi tak pernah putus dari pengalaman-pengalaman (atau perseps) nyata.

Tadi kita telah menguraikan contoh mimpi dan definisi mimpi secara umum. Tepat di fajar kelahiran ilmu-ilmu positif, seorang pakar bernama Sigmund Freud, membuat buku yang berjudul An Interpretations of Dream. Buku ini adalah kumpulan diagnosa Sigmund Freud terahdap para pasiennya yang mengalami gangguan kejiwaan (dari halusinasi, depresi, atau penyakit-penyakit neurosis lainnya). Sigmund Freud kemudian menyimpulkan bahwa mimpi adalaha sesungguhnya gejala neurosis (gejala kejiwaan). Hanya level dan tingkatannya saja yang berbeda. Hingga itu, ada orang yang mengalami gejala neurosis berat, sampai-sampai tak bisa membedakan antara realitas nyata dengan ralitas mimpi.

Lantas bagaimana memberi makna terhadap mimpi yang selalu disebut-sebut orang tentang cita-cita pemekaran Tangerang Barat?

Mudah saja. Bahwa mimpi itu bukan nista, melainkan punya makna. Mimpi adalah inspirasi. Mimpi menjadi energi. Karena mimpi Tangerang Barat adalah rumusan keinginan yang bertautan dengan fakta-fakta yang tersedia di dunia nyata.  Fakta itu adalah ancaman ledakan populasi yang tak mungkin dilayani oleh Kabupaten Induk (Tangerang) sendirian. Fakta mobilitas sosial. Fakta demografis. Dan fakta kesejarahan. Wallahu’alam.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s