Titik Didih Perjuangan Tangerang Barat

Makin hari kian terlihat titik didih isu Tangerang Barat. Sebelumnya, kampanye publik dan respon timbal balik berlangsung normatif saja. Kini peta konflik kian terbuka. Mulai ada sumber pernyataan yang secara terbuka berupaya mengeliminasi gagasan pemekaran Tangerang Barat. Tetapi, di sisi yang sebaliknya, makin pula dukungan signifikan. Di dua posisi berbeda itu, adalah wilayah abu-abu (menolak diam-diam, atau mendukung diam-diam).

Sejumlah latar penjelas bisa kita kemukakan, atas kontroversi Tangerang  Barat.

Latar paling permukaan menyangkut dengan kian fokus dan spesifik agenda perjuangan Tangerang Barat, yaitu tahapan Kajian Akademik, yang kini dalam proses. Secara singkat, kajian akademik ini akan menjadi peluru penentu ke mana dan seperti apa arah perjuangan pemekaran Tangerang Barat.

Dalam suasana seperti ini, tentu saja diskusi publik memiliki titik pijak. Artinya, orang tak akan segan berbicara tentang Tangerang Barat karena memang bukan “pepesan kosong”, melainkan agenda resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, dan menjadi perhatian khalayak luas (terkhusus di Tangerang Barat). Tentu saja kesempatan ini membuka celah, untuk mendorong alias pro Tangbar, atau justru untuk menghadang dan tidak menyetujui.

Latar berikut, berbarengan dengan titik didih yang berada dalam pentas politik di Kabupaten Tangerang. Kini, konsentrasi dan energi politik tercurah ke arah itu —untuk bertarung dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Tangerang. Tahu sendiri, dalam suasana seperti itu, isu apapun bisa diolah dan dipermainkan. Lebih-lebih dengan isu Tangerang Barat, yang lumayan hangat dan cukup gencar dalam publikasi.

Latar terakhir, mulai terbuka arah isu dan isi argumentasi dalam debat tentang Tangerang Barat. Sejumlah pihak mengklaim bahwa Kajian Akademik bersifat umum, tidak khusus tentang Tangerang Barat. Pihak lain justru ngotot bahwa kajian akademik justru memperjelas posisi Tangerang Barat (untuk disetujui ataupun tidak). Sumber-sumber informasi pun selalu dialamatkan ke pemegang otoritas, yaitu Pemerintah Daerah.

Lantas di mana titik pijak aktivis Tangerang Barat terhadap perkembangan aktual ini?

Setidaknya mulai dengan memetakan masalah. Bahwa pertama, konsentrasi aktivis Tangerang Barat adalah mendorong lahirnya kajian akademik, secara cepat, dan tidak terulur (dari segi waktu dan proses pengerjaan). Kalaupun muncul move politik atau pemecah konsentrasi, maka tidak boleh ditanggapi dengan emosional.

Langkah berikut, tetap energik bergerak. Baik dari aspek sosialisasi, kampanye publik, pembesaran jaringan, maupun perang argumentasi. Karena ini akan mengukuhkan memori khalayak bahwa perjuangan Tangerang Barat adalah serius. Bukan main-main. Wallahu’alam…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s