Potensi Konflik Sosial by Koperasi Langit Biru

Hingga detik ini tak ada keterangan meyakinkan tentang masa depan bisnis koperasi langit biru (KLB). Orang hanya bicara hal-hal kontroversial. Seputar legalitas hukum, keuntungan yang diraih, metode melipatgandakan keuntungan, atau seberapa lama Koperasi Langit Biru bisa bertahan.

Padahal ada beberapa cara sederhana demi memahami bisnis itu. Langkah paling awal adalah dengan mengamati klaim dari KLB, bahwa bisnis utama mereka (core bussiness) adalah investasi untuk bisnis daging. Setidaknya, klaim ini tercantum dalam brosr penawaran investasi dan dikampanyekan oleh para agen KLB dari rumah ke rumah.

Tatapan  kritis bisa kita mulai dari sini, tentang bisnis daging. Benarkah bisnis daging bisa mendatangkan keuntungan berlipat secara luar biasa dalam setiap bulan, dan terus menerus berlangsung? Benarkah pula bisnis daging bisa tumbuh secara cepat dan pasarannya dengan gampang meluas ke mana-mana? Jawabannya adalah jelas-jelas tidak. Argumentasi teoritis dan faktual bisa kita hadirkan. Mari lacak.

Teori ekonomi akan menggolongkan bahwa putaran bisnis daging mengenal batas jenuh. Ada pasar yang terbatas dan relatif stagnan (tetap) untuk memasarkan daging (mentah). Dikelola dengan cara apapun, bisnis daging ini pergerakannya akan terbatas, dan perkembangannya (dari sisi keuntungan dan pemasaran) bergerak biasa saja (normal). Tak akan meledak dalam tempo cepat seraya memberi keuntungan berlipat ganda secara pasti dalam setiap bulan.

Daging adalah barang konsumsi makanan yang perputaran bisnisnya bisa dihitung, terukur, dan bisa diamati dari data-data yang tersedia. Sekarang misalnya, berapa data jumlah konsumsi daging untuk wilayah Tangerang dan sekitarnya (tempat lokasi bisnis KLB bergerak)? Seberapa tinggi juga peningkatan potensi pasar (dan pemasaran) daging di Tangerang? Adakah terakhir ini (paska hadirnya investasi besar via KLB) pergerakan keuntungan di sektor ini? Adakah data-data itu?

Atau barangkali, bisa saja pengelola KLB mengatakan bahwa pemasaran daging yang mereka lakukan merambah wilayah lain (hingga ke luar negeri). Pertanyaannya: tak ada kabar apapun yang membuktikan hal itu. Hingga hari ini, negeri ini masih jadi pengimpor bahan makanan, dan termasuk daging mentah. Artinya, tak ada fakta-fakta yang mendukung bahwa bisnis daging bisa menjanjikan keuntungan secara tetap per bulan, dengan prosentase luar biasa besar (rata-rata 20 persen per bulan, sesuai dengan pengembalian keuntungan yang dijanjikan kepada investor).

Per teori, kategori barang konsumsi berbentuk daging adalah non konversi, alias tidak bisa dikonversi dalam bentuk-bentuk komoditas turunan lainnya. Beda dengan komoditas lain, yang bisa diolah dengan beragam bentuk. Artinya, sebagai sebuah dagangan, daging adalah wujud bahan baku saja. Tidak memiliki keunggulan komparatif (melalui sentuhan teknologi, pembuatan fitur baru, atau dipola dengan cara-cara khusus). Bisnis daging semata bertumpu pada keunggulan kompetitif (misalnya dengan praktek monopoli, pasar yang tetap, atau biaya produksi yang ditekan murah).

Dari sini, kita bisa membuat kesimpulan bahwa, bisnis daging adalah bisnis yang terbatas. Dipasok dengan invetasi uang berapapun, pergerakannya akan biasa-biasa saja.  Tak ada logika argumentatif yang bisa membenarkan bahwa investasi di bisnis daging bisa memperoleh keuntungan luar biasa. Catat: di negeri ini, hanya bisnis tambang (emas, minyak) yang keuntungannya bisa terus berlipat, dan wajar jika butuh invetasi besar.

Dengan demikian, jelas terjadi manipulasi oleh pihak KLB (Koperasi Langit Biru). Kalau sekarang muncul informasi, bahwa KLB memunculkan produk baru, maka itu semakin meyakinkan kita bahwa semua itu tempelan saja. Demi mengaburkan apa sesungguhnya metode bisnis dari KLB ini. Sesungguhnya, hal inilah yang harus dilacak oleh kita, tentang fundamen (pijakan dasar) utama yang menopang keberadaan KLB. Kita patut curiga, mengapa mereka bisa (sementara ini) melahirkan keuntungan besar per bulan…

Money Game

Satu-satunya peluang yang memungkinkan KLB sanggup mengembalikan keuntungan tetap sebesar 20% per bulan adalah money game, alias mempermainkan uang. Hal ini bisa dilakukan dengan skala sementara saja. Artinya, untuk saat ini masih sanggup bertahan. Lantaran masih berduyun-duyun orang yang bersedia membiayai dan menanam investasi ke KLB. Tetapi suatu saat, akan terjadi titik balik. Dan bisnis ini hancur seketika. Persis di saat KLB tak sanggup lagi mendatangkan nasabah atau investor baru.

Sekarang ini mereka masih berjaya. Lantaran para investor baru tetap berdatangan —dan uang mereka diputar untuk “memberi keuntungan” kepada investor lama. Di titik inilah akan terjadi ledakan konflik sosial yang besar. Mengapa?

Pertama, ketika KLB gagal mengembalikan uang nasabah (dalam bentuk uang pokok atau hasil keuntungan), maka ribuan orang yang terlibat dalam bisnis ini menjadi panik. Marah serta frustasi karena uang mereka hilang tanpa kejelasan. Padahal, tak sedikit orang melakukan pengorbanan dalam berbagai bentuk (misalnya pinjam uang ke teman atau tetangga), untuk sekedar menanam uang ke KLB.

Kedua, setelah KLB bangkrut, gagal mengembalikan uang, dan para pengurus intinya kabur tak terkejar, maka mulai terjadi tuntutan keras, mungkin awalnya adalah tuntutan hukum. Tetapi, sudah pasti upaya hukum pun akan sia-sia, uang mereka tetap tak bisa kembali.

Ketiga, setelah berbagai upaya dilakukan para nasabah tak berhasil, maka kemarahan mereka terarah pada “orang lapangan” dan para agen KLB yang mereka kenal. Para agen ini tak lain teman-teman mereka yang bergerak lebih dahulu dan menjadi anggota KLB paling awal. Para agen awal ini patut menjadi sumber kemarahan, karena mereka yang membujuk banyak orang untuk gabung, serta menikmati keuntungan tertentu atas hadirnya uang dari nasabah baru.

Keempat, sangat mungkin, skala konflik meluas ke sana dan ke sini. Karena  begitu banyak variabel dan komponen yang terlibat dalam konflik ini.  Begitu banyak pula yang terlibat.

Maka, sungguh mengherankan bahwa tak ada keseriusan dari pihak-pihak berwenang, untuk memberikan kejelasan tentang masalah ini.

Iklan

3 comments on “Potensi Konflik Sosial by Koperasi Langit Biru

  1. Kayaknya sdh mulai goyah bisnisnya. Saya ikut paket besar, ambil pinjaman bank, masih 5 jutaan.
    Untung saya gak bawa2 orang

  2. jakom dah ketangkep, yg merasa dirugikan cepatan lapor makin byk yg dirugikan makin berat hukumannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s