Tak Ada Elit Politik Berani Melawan Tangbar!

Berita, Sabtu, 21/01/2011

Liputan Talk Show Interaktif di Swadewa FM

Bersama Drs. Kosasih, MSi, Tokoh Masyarakt Tangbar

Host (pembawa acara): Endi Biaro

Melody MakerL: Agres Ramadhan

Gagasan pemekaran Tangerang Barat muncul sejak lama, tepatnya di 2006. Prakarsa muncul dari Ismet Iskandar, Bupati Kabupaten Tangerang. Tujuannya: melakukan penataan pemerintahan, agar sesuai dengan pertumbuhan penduduk dan dinamika ekonomi.

Lalu berlanjut dengan “jaring aspirasi”, yaitu mengumpulkan dukungan khalayak luas di wilayah Tangbar. Melalui wadah BAKOR (Badan Koordinasi), lantas lahir Dokumen Dukungan pemekaran Tangerang Barat.

Itulah benih awal gerakan Pro Tangerang Barat. Menurut Pak Kosasih, Tokoh Masyarakat Tangerang Barat, setelah dokumen dukungan lahir, lalu perjuangan beralih ke tahapan berikutnya, yaitu Kajian Akademik. “Kini tahapannya adalah kajian akademik. Pemda Kabupaten Tangerang telah mengucurkan dana. Kita tunggu hasilnya,” demikian tutur Kosasih, mantan Ketua Bappeda Kota Serang.

Kajian akademik melibatkan tiga unsur. Masing-masingnya: (1) unsur pakar dari perguruan tinggi yang ditunjuk; (2) unsur pemerintah daerah kabuaten induk, dalam hal ini Kabupaten Tangerang, dan (3) unsur perwakilan masyarakat lokal Tangbar.

Kelak, kajian akademik ini akan menghasilkan usulan atau rekomendasi. Ada tiga status rekomendasi. Yaitu:

Pertama, kajian akademik menganggap bahwa pemekaran Tangerang Barat berstatus layak. Artinya, memenuhi syarat untuk dibentuk menjadi kabupaten baru.

Kedua, kajian akademik menganggap bahwa pemekaran Tangerang Barat berstatus layak bersyarat. Maksudnya, usulan pemekaran memang layak, tetapi harus ada beberapa hal yang terlebih dahulu diselesaikan.

Ketiga, kajian akademik menganggap bahwa pemekaran Tangerang Barat tidak layak. Ini artinya, tertutup sudah peluang untuk pembentukan Kabupaten Tangerang Barat.

Optimis
Ketika ditanya peluang tentang hasil kajian akademik, Pak Kosasih menyatakan optimistik Ia yakin, orang-orang yang terlibat di kajian akademik Tangerang Barat akan bersikaf ilmiah dan obyektif. Sehingga hasilnya adalah menyatakan layak, untuk membentuk kabupaten baru, yaitu Kabupaten Tangerang Barat.

Alasannya, kajian akademik berisi analisis multi aspek, yaitu aspek hukum, ekonomi, sosiologi, dan penataan ruang. Dari seluruh aspek itu, tak ada kelemahan apapun di Tangerang Barat.

Politis
Lain hal ketika menanggapi isu politik seputar gerakan Tangerang Barat. Menurut Kosasih, yang telah berpengalaman di dunia pemerintahan itu, isu politik memang tak bisa dihindari.

Ia mengakui, nuansa politik pasti masuk. Terutama di saat perjuangan menuju persetujuan dari elit politik, baik di Kabupaten, Provinsi, ataupun Pusat. Namun, jika telah lahir rekomendasi kajian akademik (yang berstatus layak), maka tak aka nada elit politik yang berani melawan arus! “Tak ada elit politik yang berani melawan Tangbar!” tutur Kosasih.

Agenda Pilkada
Lain hal dengan agenda Pilkada. Menurutnya, memang ada pihak yang menghembuskan isu, bahwa gerakan Tangerang Barat akan padam setelah Pilkada selesai. Isu ini adalah logika sesat dan tak berdasr. Agenda Pilkada baru mulai saat ini, sementara Tangbar sudah berusia lima tahun, serta akan terus bergerak, mengikuti tahapan yang ditentukan.

Pun dengan cemooh beberapa kalangan, yang menyindir bahwa pembentukan Tangerang Barat adalah mimpi. Pak Kosasih hanya tersenyum. Sebab, katanya, mimpi itu adalah sumber cita-cita, dan menjadi inspirasi perjuangan. Jadi, biarkan saja orang menganggap Tangbar mimpi. Itu adalah mimpi bersama, diperjuangkan bersama, dan sukses bersama, tegas Kosasih.

Peliput, Endi Biaro, Host (pembawa acara Talk Show). Koordinator TIM, Tangbar Intelek Media.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s